Di lantai bursa Korea Selatan, nilai saham Samsung tergelincir hingga tiga persen pada awal perdagangan. Kekhawatiran investor atas dampak insiden Galaxy Note 7 terhadap seluruh lini produk Samsung ditengarai menjadi penyebab turunnya nilai saham.
Dalam laporan AFP, nilai saham Samsung telah rontok hingga 8 persen pada perdagangan Selasa (11/10) kemarin, menguras USD17 miliar atau setara Rp221 triliun dari nilai pasar mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Samsung akan meminta semua operator dan mitra ritel global untuk menghentikan penjualan dan penukaran Galaxy Note 7," tulis Samsung dalam pernyataan resmi pada Selasa (11/10).
Keadaan tersebut memberikan peluang besar bagi kompetitor Samsung seperti LG, Huawei, hingga Google untuk menggeser posisi Samsung sebagai penguasa ponsel Android.
"Kesenjangan mungkin akan diisi oleh pesaing mereka, Apple dan Google Pixel, meskipun ada ada kemungkinan Oppo, Vivo, LG, dan Sony yang akan mendapatkan keuntungan lebih," ucap analis Neil Mawston dari perusahaan riset Strategy Analytics kepada Reuters. (pit)