Planet kerdil itu diberi nama 2014 UZ224. Ukuran diameternya sekitar 530 kilometer dan lokasinya 13,7 miliar kilometer dari Matahari.
2014 UZ224 terbilang sangat mungil, terlebih jika dibandingkan dengan bulan Pluto yang terbesar, Charon. Charon memiliki diameter 1.200 kilometer dan jaraknya sekitar 7,3 miliar dari Matahari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berada di bawah proyek Dark Energy Survey (DES), DECam tugasnya melakukan observasi pergerakan galaksi dan bintang meledak (supernova) ketika mereka bergerak menjauh dari Bumi. Tujuannya, memperkaya petunjuk yang dipercaya bisa mengungkap asal-usul energi gelap (dark energy).
Dilaporkan NPR, tim ilmuwan menghabiskan waktu selama dua tahun untuk mengkonfirmasi temuan planet 2014 UZ224. Tak heran namanya menggunakan awalan "2014".
Lantas mengapa sampai dua tahun? Tim ilmuwan mengaku jalur orbitnya kala itu masih tidak jelas. Mereka pun menganggap 2014 UZ224 sebagai objek ketiga terjauh yang masih berada di lingkungan sistem tata surya.
Sebelumnya, planet lain yang menyandang titel dwarf planet adalah Ceres.
Nama Ceres bisa dikatakan sudah mendunia. Ia ditemukan pada 1801atau 129 tahun sebelum Pluto. Ia awalnya disebut planet, kemudian asteroid, dan sekarang disebut planet kerdil. Ukurannya sekitar 952 kilometer atau 73 persen dari luas negara bagian Texas.
Empat planet kerdil lain yang diakui oleh International Astronomical Union (IAU) adalah Eris, Pluto, Makemake, dan Haumea. (hnf)