Selasa lalu, Samsung menghentikan produksi dan penjualan Galaxy Note 7 setelah serangkaian insiden Galaxy Note 7 terbakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami menyadari bahwa larangan ponsel ini dari penerbangan akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi beberapa penumpang, namun keselamatan bagi semua orang di atas pesawat harus menjadi prioritas,” kata Menteri Transportasi AS Anthony Foxx.
Sementara itu, Singapore Airlines di akun Facebook-nya mengatakan bahwa “ponsel pintar Galaxy Note 7 akan dilarang dalam semua penerbangan kami baik dibawa langsung, dalam tas kabin atau bagasi efektif sejak 16 Oktober.”
Komisi Keamanan Produk Konsumen AS menyatakan bahwa Samsung menerima 96 laporan baterai panas Note 7 hanya di AS, termasuk 23 laporan baru sejak penarikan pada 15 September lalu. (stu)