"Kami bertekad menghubungkan seluruh wilayah masyarakat Indonesia dengan layanan komunikasi yang berkualitas, tidak terkecuali di wilayah-wilayah dengan akses fasilitas dan infrastruktur yang terbatas seperti Nusa Laut," kata Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid, di Ambon, Minggu (16/10), seperti yang dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecamatan Nusa Laut merupakan pemekaran dari Kecamatan Saparua pada 2001, berpenduduk lebih dari 6.000 jiwa. Pulau seluas 32,5 kilometer persegi tersebut terdiri dari tujuh desa, yakni Ameth, Akoon, Abubu, Titawaai, Leinitu, Sila, dan Nalahia.
"Dengan adanya sinyal Telkomsel, pelajar sangat terbantu untuk mendapatkan informasi pelajaran dari internet karena fasilitas buku di Nusa Laut sangat terbatas. Layanan ini juga membantu kami dalam urusan pemerintahan, memudahkan kami dalam berkoordinasi. Kami berharap Telkomsel semakin meningkatkan teknologinya, agar kami juga bisa melakukan layanan panggilan video," kata Kepala Desa Ameth Wempy Parinussa.
Kepala Urusan Pemerintahan Desa Abubu Dani Lekahena mengatakan sebelumnya untuk berkomunikasi masyarakatnya harus ke desa tetangganya.
"Dulu kalau mau berkomunikasi kami harus ke kampung sebelah. Kami sangat berterima kasih Telkomsel hadir di Abubu, sehingga kami mudah berhubungan dengan keluarga, terutama yang berada di perantauan," kata Dani.
Tak hanya menyediakan BTS, untuk mendukung pelombaan Triathlon "Nusa Laut Adventure 2016" yang digelar oleh Kodam XVI/Pattimura pada 15 Oktober 2016, Telkomsel juga memperkuat jaringan dengan mengoperasikan dua unit compact mobile base station (Combat) atau mobile BTS di Desa Abubu dan Leinitu.