Kabar ini ramai sejak kemarin, setelah dia memposting keputusannya tersebut melalui akun pribadinya di Facebook.
“Setelah melewati enam tahun perjalanan yang menakjubkan, dengan sedih dan berat hati waktu saya di Gojek telah berakhir. Saya ingin berterima kasih kepada semua yang telah membantu saya selama ini, baik di dalam maupun di luar perusahaan,” tulis Michaelangelo dalam Bahasa Inggris.
Sebagai salah satu pendiri Gojek, dia telah melihat perusahaan tumbuh dari hanya sebuah rumah kecil di Kerinci, Jakarta Pusat, kini telah berubah menjadi perusahaan terbesar dengan nilai valuasi miliaran dolar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati sudah meninggalkan Gojek, dia tetap sepenuh hati untuk mempromosikan Gojek ke depannya.
Sampai berita ini diturunkan, CNNIndonesia.com berusaha mengkonfirmasi lebih lanjut mengenai keputusannya, namun belum mendapatkan respon.
Keputusan Alamanda meninggalkan Gojek telah ia ajukan sejak tiga bulan lalu untuk memberi transisi agar peralihan berjalan mulus. Terakhir, Alamanda dipercaya jadi wakil presiden pada divisi baru Gojek yang disebut “people’s journey,” yang kurang lebih mengurus pengembangan sumber daya manusia.
Keputusan meninggalkan Gojek bukan perkara mudah, karena itu berarti ia harus meninggalkan aplikasi yang telah didesain dan dibangun olehnya. Dua tahun lebih di Gojek juga telah mengubah sudut pandang dan tujuan hidup. Ada kebahagiaan tersendiri baginya ketika melihat seorang mitra pengemudi Gojek bisa menghasilkan uang dari aplikasi Gojek Driver yang kembangkan.
Sekarang, Alamanda berkata ingin melangkah lebih tinggi dan ingin lebih berguna untuk lebih banyak orang. (tyo)