Lenovo sendiri memang menggandeng perusahaan pabrik Tridharma Kencana (TDK) sejak 2015 sebagai mitra produksi ponsel pintar 4G. Pabrik yang berlokasi di Serang, Banten ini juga akan merakit lini Moto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas pabrikasi perangkat Moto akan terdiri dari dua segmen yakni untuk ponsel pintar kelas menengah ke atas (mid-end) dan produk premium (high-end).
Saat ini kapasitas produksi Lenovo sebanyak 75 ribu sampai 150 ribu unit per bulan, sedangkan untuk Moto dialokasikan sekitar 90 ribu unit per bulan.
Ponsel pertama Moto yang akan memiliki label 'made in Indonesia' adalah seri E3 Power.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyambut baik kerjasama antara merek Moto dengan pabrik TDK.
"Ini tentu saja bagus, mengingat kompetisi pasar ponsel pintar semakin sengit di Indonesia. Banyak vendor besar dari luar negeri yang mau masuk ke sini tapi terhambat regulasi. Bagi mereka yang berkomitmen, pasti mau mengikuti aturan," ucapnya di tempat yang sama.
Sekadar diketahui, Adrie mengatakan meski perusahaannya memegang dua brand sekaligus -- Lenovo dan Moto -- namun ia percaya diri tidak akan ada kanibalisasi. (evn/tyo)