Perbesar Bisnis Media, AT&T Beli Time Warner Senilai Rp1.100T

Ervina Anggraini , CNN Indonesia | Senin, 24/10/2016 07:37 WIB
Perbesar Bisnis Media, AT&T Beli Time Warner Senilai Rp1.100T Ilustrasi logo AT&T (dok.Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Operator AT&T sepakati transaksi akuisisi Time Warner Inc. pada Sabtu (22/10) dengan mahar US$85,4 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun.

Angka transaksi yang fantastis ini diprediksi akan menjadikan AT&T sebagai salah satu raksasa di bidang hiburan dan internet dunia.

Laporan yang dirilis The Wall Street Journal menyebut kesepakatan bisnis ini secara otomatis akan memberikan AT&T kontrol ke media hiburan dan pemberitaan milik Time Warner seperti HBO, Warner Bros. Entertainment, New Line Cinema, GBO, Turner Broadcasting System, The CW Television Network, CNN, Cartoon Network, Adult Swim, dan Boomerang.


AT&T secara otomatis juga akan menjadi pemilik lisensi untuk industri animasi dan hiburan seperti DC Comics, Warner Bros. Animation, Castle Rock Entertainment, Cartoon Network Studios, Esporte Inreativo, Hanna-Barbera Productions, Warner Bros. Interactive Entertainment, dan berhak atas 10 persen saham Hulu.

Kesepakatan bisnis yang ditetapkan dipastikan akan berupa pembayaran tunai sebesar 50 persen dan sisanya dalam bentuk saham senilai US$107,50 per lembar saham Time Warner.

Sementara untuk susunan organisasi selama masa transisi akuisisi berlangsung, CEO AT&T Randall Stephenson akan menjabat sebagai direktur utama sementara. Sedangkan Jeff bewkes akan menjabat sebagai CEO Time Warner dengan status interim.

Tahun lalu, kesepakatan bisnis antara AT&T sebenarnya sudah terjadi saat mengakuisisi DirecTV senilai US$48,5 miliar. Sementara di tahun 2011, perusahaan telekomunikasi ini juga telah merampungkan pembelian Comcast/ NBC Universal.


Untuk proses akuisisi kali ini, Randall diketahui mulai melakukan diskusi bisnis dengan Bewkes sejak Agustus lalu. Randall diketahui mendatangi Bewkes untuk membicarakan tentang distribusi bisnis yang kedepannya bisa menguntungkan untuk kedua pihak.

"Rasanya masuk akal jika kami bisa bekerja sama. Apalagi, dengan segala fitur dan keahlian yang dimiliki AT&T, Time Warner mampu mengembangkan layanan konten hiburan berbasis mobile lebih baik, mengingat saat ini banyak orang menikmati konten video lewat perangkat mobile,” kata Bewkes.

Meski begitu, proses akuisisi antara AT&T dan Time Warner masih harus menunggu restu dari komisi pengawasan persaingan usaha dan regulator terkait. Proses akuisisi diprediksi akan rampung paling cepat pada akhir 2017.