"Dampak ke Low MPV ada, kita enggak bilang engga ada. Mungkin dampaknya engga signifikan. Kalau menurut kita sekitar 15 sampai 20 persen maksimum dampaknya," ujar Wakil Presiden PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto di Jakarta.
Menurut Henry hal tersebut kembali lagi pada kebutuhan masing-masing pelanggan. Konsumen Indonesia masih ada yang membutuhkan Avanza.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pengiriman ke dealer (wholesales) pada bulan September, Calya sudah dikirim 8.832 unit, sementara Avanza 8.812 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tengah berjaya dengan larisnya Calya, TAM mempersiapkan carian Avanza terbaru yaitu Avanza Transmover. Namnun, kemungkinan besar varian ini akan dijadikan mobil angkut penmumpang alias taksi.
Di beberapa daerah, saat ini memang sudah banyak operator taksi yang menggunakan mobil Avanza. Contohnya di Semarang, Solo, bahkan sampai ke Kalimantan. Namun tidak ada bedanya mobil Avanza untuk pribadi dengan Avanza untuk taksi.
Dengan dijadikan sebagai taksi, ongkos Transmover kemungkinan akan lebih rendah. Toyota biasanya mengurangi beberapa fitur sehingga harganya tidak terlalu mahal.
"Tidak ada hubungannya. Kami kan merencanakan produk itu sudah lama. Tapi kalau berita itu kan baru. Jadi enggak ada hubungannya," ujar Henry.
Avanza Transmover akan menggunakan mesin 1.300 cc dengan transmisi manual. Selain berkaitan dengan peraturan pemerintah tersebut. Ada juga perkiraan Toyota mengeluarkan Transmover, untuk menyaingi kompetitornya yang lebih dulu menjadikan produknya untuk taksi, seperti Honda Mobilio. (pit)