"E-commerce sedang naik pesat, bahkan cenderung bubble up membantu percepatan laju transportasi dan logistik," kata Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia Imam Sugandi dalam diskusi "Menstimulus Industri Logistik dan Kendaraan Niaga di Indonesia" di Jakarta, Rabu (26/10).
Meski tumbuh kembangnya industri e-commerce semakin pesat, namun belum cukup mendongkrak penjualan kendraan niaga, seperti pikap dan truk. Bahkan dengan sisa dua bulan di 2016, penjualan unit kendaraan niaga ada di angka 47.818 unit, jauh dari tahun 2015 yang membukukan 74.769 unit.
Lihat juga:X-Class, Kelas Pickup Pertama Mercedes-Benz |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pasar terbesar yang ada di Jawa dan Bali terkait transportasi logistik sangat mempengaruhi kelancaran bisnis kendaraan niaga. Lemahnya penjualan, selain karena perekonomian yang tidak kunjung membaik, keberadaan pungutan liar semakin menyiksa pihak pelaku industri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target itu cukup realistis mengingat, merek-merek ternama yang telah bermain lebih lama di pasar kendaraan niaga ikut tersungkur, khususnya merek-merek dari Jepang.
"Kami sadari Tata Motor baru tiga tahun di Indonesia, kami tidak terlalu berpikir untuk mengejar market share, tapi menjadi merek 10 besar dulu di Indonesia."
Target Kelam 2017
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) yang menjadi distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia mencatat, penjualan Light Commercial Vehicle (LCV) atau kendaraan niaga ringan tahun ini turun 20% dibanding realisasi penjualan tahun lalu. Saat ini, pabrikan otomotif asal Jepang itu hanya mampu menjual sebanyak 3.500 unit LCV tiap bulannya.
Penurunan penjualan itu diyakini dampak dari situasi ekonomi tanah air yang belum membaik. Sejumlah sektor yang menjadi penggerak pertumbuhan penjualan LCV juga kurang bagus. Misalnya, sektor pertambangan, sektor perkebunan dan sejumlahj sektor lain yang dalam distribusinya membutuhkan kendaraan pick up atau sejenisnya. Ada sejumlah produk andalan dari Mitsubishi disegmen LCV ini. Diantaranya, Colt T120 SS, L300 dan Strada Triton.
Lihat juga:UD Truck Resmikan Pabrik di Sunter |
Meski demikian, kembali bergairahnya industri batubara dan perkebunan saat ini. Juga akan menambah gairah penjualan truk dan membuat target penjualan truk Mitsubishi meningkat.
Doni Maksudi kembali berharap 2016 menjadi titik balik, sehingga penjualan di 2017 bisa terbang tinggi.
"Kita masih meraba-raba untuk tahun depan. Tahun ini katanya akan reborn, ini yang kami harapkan. Ternyata masih turun, namun penjualan baru meningkat di semester ke-3. Mudah-mudahan reborn tahun ini," kata Doni. (pit)