Sejak dilanda masalah Galaxy Note 7 yang mengalami insiden meledak dan terbakar, Samsung harus menarik flagship anyarnya itu dari pasar dan menyetop produksi secara permanen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal, raksasa Korea Selatan itu memperkirakan mampu menghasilkan 7,8 triliun won atau sekitar Rp89 triliun. Sayangnya target tersebut harus terpangkas karena musibah Galaxy Note 7.
Akibat rentetan peristiwa yang berujung penghentian produksi dan penjualan Note 7, Samsung diperkirakan akan menanggung kerugian hingga 41,6 triliun sampai Maret 2017 nanti.
Belum lama ini muncul laporan yang menyatakan bahwa lebih dari 500 warga Korea Selatan berencana menggugat Samsung di meja pengadilan setelah insiden terbakarnya sejumlah Galaxy Note 7.
Jumlah penggugat itu adalah gelombang pertama sebelum 300 orang lainnya membuat gugatan serupa terhadap Samsung.
Menurut firma hukum Harvest yang mewakili penggugat, cara itu ditempuh lantaran penggugat merasa rugi dalam bentuk uang, waktu, dan psikologis baik dari proses penukaran maupun potensi ledakan yang dapat terjadi kapan saja.