Seperti dilansir Reuters, CEO Salesforce.com Marc Benioof mengungkapkan hal tersebut pada Rabu (26/10) di sebuah konferensi teknologi di California, Amerika Serikat. Ketidaksepakatan dengan investor Salesforce.com ia tuding sebagai faktor gagalnya akuisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat dikabarkan sepi peminat, Twitter menyewa jasa bankir untuk memperbesar kesempatannya agar bisa laku. Perusahaan teknologi dan media seperti Salesforce.com, Walt Disney, hingga Alphabet pernah menunjukkan ketertarikannya meski tak lama dari itu kehilangan minatnya.
"Kami benar-benar menyukai beberapa dasar bisnis mereka," kata Benioff mengenai visinya terhadap akuisisi LinkedIn.
Ia menyebut keberhasilan Microsoft menikung pembelian LinkedIn tak mencerminkan semangat kompetisi yang baik. Dalam hal kepemilikan data, menurut Benioff Microsoft melakukan kecurangan.
"Terakhir saya lihat, itu ilegal," kata Benioff terkait kecurigaannya terhadap cara kerja Microsoft yang telah ia adukan ke regulator Eropa.
Microsoft sendiri percaya diri akan memperoleh persetujuan akhir atas akuisi mereka terhadap LinkedIn di akhir 2016 nanti.
"Kami berkomitmen terus menciptakan iklim kompetisi harga di pasar di mana Salesforce menjadi partisipan dominan dengan tarif tinggi yang mereka kenakan kepada konsumen," ujar seorang juru bicara Microsoft dalam surat kepada Reuters.
(tyo)