Berdiri sejak 25 tahun yang lalu, PT SEIN ingin mengembangkan potensi yang ada di tanah air. Sebut saja beberapa diantaranya, pabrik perakitan dan sesuatu hal yang jarang dimiliki perusahaan asing lainnya, yakni pusat penelitian dan pengembangan atau R&D.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pusat R&D, tentu saja kesempatan bagi insinyur lokal untuk mendapatkan akses apa yang sudah dibuat oleh Samsung pusat dan kemudian dikembangkan untuk pengguna, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
"Dari situ, project global yang sukses, pihak Samsung pusat langsung melirik resource IT di Indonesia ok juga. Setelah itu, kami dipercaya untuk membuat fokus baru untuk inovasi regional market, seperti di Asean bahkan hingga Australia dan Selandia Baru," tambah Andreas Djiwandono, Samsung Research & Development Institute Indonesia.
Lihat juga:Xiaomi Kok Mulai Jual Mahal? |
Andreas menambahkan, SDM IT di Indonesia memang bisa bersaing dan tak kalah dengan insinyur luar negeri, namun memang kebanyakan berfokus pada bisnis bukan segmen membuat sesuatu teknologi yang canggih dan baru.
"Padahal pusat R&D itu tak berkaitan dengan marketing atau bisnis perusahaan, hanya bagaimana menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan canggih," sebutnya.
Untuk itu, banyak hal dilakukan oleh Samsung untuk berburu sumber daya manusia ini. Khususnya blusukan ke kampus-kampus di Indonesia.