Kepala eksekutif bidang bisnis konsumen Huawei Richard Yu dengan percaya diri mengatakan, kesempatan menyalip Apple bukan hal mustahil, sebab perusahaan saat ini telah berhasil menjadi produsen ketiga terbesar di dunia.
"Empat tahun lalu kita putuskan akan menjual ponsel. mereka bilang kita gila. Saat kita bilang ingin menjual 100 juta ponsel, mereka bilang kita gila," kata Yu kepada kantor berita Reuters di Munich, Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Optimisme Yu membalap Apple tak lepas dari sentimen positif yang muncul di Eropa. Bahkan Yu mengklaim Huawei telah jadi produsen ponsel pintar nomor satu di Finlandia.
"Kita akan mengalahkan Apple selangkah demi selangkah, inovasi per inovasi," tegas Yu.
Pada Kamis (3/11) kemarin, Huawei baru saja meluncurkan Mate 9 yang ditujukan untuk kelas premium di Munich, Jerman.
Huawei melepas produk terbarunya itu di kisaran 699 euro atau sekitar Rp10 juta. Sedangkan varian Mate 9 yang didesain Porsche dihargai berkisar Rp20 jutaan.
Menurut Yu, sistem kecerdasan buatan terbaru hasil kembangan mereka mampu memetakan kebiasaan penggunanya akan mendobrak pasar Eropa.
"Masih banyak kesempatan di depan. Ini seperti mengendarai mobil. Selalu ada kesempatan untuk mengambil alih kompetisi di setiap tikungan," kata Yu percaya diri.
Sebelum masuk ke industri ponsel, Huawei lebih dikenal sebagai perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi.
Saat ini Huawei memperoleh momentum setelah Apple dinilai minim inovasi pada iPhone dan Samsung yang merugi besar akibat insiden dan penarikan permanen Galaxy Note 7.
"Perlahan tapi pasti kita merebut kepercayaan dan kesetiaan pelanggan," tutup Yu. (hnf/tyo)