Suara Misterius di Samudra Arktik Berasal dari Paus?

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Senin, 07/11/2016 11:19 WIB
Suara misterius dari kawasan Arktik menimbulkan tanda tanya apa penyebabnya. Mungkinkah makhluk hidup seperti paus di sana yang mengeluarkan suara itu? Lanskap Arktik. (Pixabay/tpsdave)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suara misterius yang dipercaya mirip seperti siulan dan dengung muncul di kawasan Laut Arktik dekat Kanada. Mungkinkah suara tersebut berasal dari makhluk hidup yang memang menghuni wilayah itu?

Banyak sumber lokal yang mengatakan bahwa suara misterius itu mampu membuat makhluk hidup di sana melarikan diri.

Canadian Department of National Defence (DND) mengutus pesawat militer untuk menginvestigasi suara 'bising' tersebut setelah pihak otoritas area Nunavut di Kanada meminta bantuan.


Situs Motherboard Vice mewartakan, setelah kru militer kembali, mereka tidak menemukan bukti apapun terkait suara misterius itu, kecuali beberapa paus dan anjing laut.
"Kru angkatan udara menggunakan berbagai multisensor untuk mencari sumber suara dengung tersebut selama 1,5 jam. Mereka tidak mendeteksi ada anomali suara," ujar juru bicara DND Ashley Lemire.

Ia melanjutkan, "para kru juga tidak mendeteksi ada kontak permukaan atau sub permukaan. Namun mereka menemukan dua kelompok paus dan enam anjung laut di sana."


Awalnya tim lokal di sana menduga bahwa suara bising itu berasal dari aktivitas penambangan atau para penggiat lingkungan. Namun dua pihak tersebut membantahnya.

Dugaan terakhir yang muncul adalah suara misterius itu berasal dari makhluk hidup seperti paus dan anjing laut tersebut.

Paus sebelumnya sudah pernah ditemukan mengeluarkan suara yang dinilai membingungkan. Pada 2014 peneliti hewan merekam suara misterius dari Danau Champlain yang membentang di perbatasan AS dan Kanada.

Suara tersebut dipercaya oleh para profesional berasal dari paus Beluga yang bisa hidup di air dingin seperti Laut Arktik dan air yang lebih hangat.

Kendati begitu, seorang profesor dari University of Manitoba, Kanada berpendapat sulit untuk 'menyalahkan' paus sebagai penyebab suara misterius tersebut.

"Paus Beluga dan Narwhal menggunakan ekolokasi secara umum. Kemampuan tersebut memang mungkin menakut-nakuti ikan laut lain yang menjadi makanan si paus, tapi tidak mungkin membuat kabur makhluk hidup secara luas," ujar profesor Steve Ferguson.

Catatan kecil, ekolokasi adalah sonar biologi yang digunakan oleh beberapa jenis hewan dengan cara mengeluarkan bunyi dan mendengarkan pantulan bunyi tersebut yang dipantulkan oleh objek-objek di sekitarnya.

Sementara itu, ditambahkan Ferguson, paus kepala busur (Bowhead whale) biasanya memancarkan suara besar dengan frekuensi rendah untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Suara ini sering disebut sebagai "hum" alias gumam.


"Tidak mungkin suara dari para paus ini sifatnya seperti dengung atau siul," tekan Ferguson. "Menurut saya asumsinya suara misterius tersebut berasal dari manusia."

Meski belum ditemukan penyebab pastinya, sebelumnya para aktivis Greenpeace sempat dituding sengaja mengeluarkan bunyi bising itu dalam bentuk sonar. Tujuannya agar para makhluk hidup di laut kabur ke kawasan lain dan tidak menjadi sasaran perburuan.

Greenpeace membantah tudingan tersebut.

"Tidak. Kami tidak melakukan apa pun untuk membahayakan kehidupan laut, tapi kami sangat menghormati hak Inuit untuk berburu dan akan pasti tidak ingin dampak yang  luas terjadi dengan cara apapun," tukas juru bicara Greenpeace, Farrah Khan. (hnf/tyo)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK