Luna menjadi ponsel pintar pertama buatan Foxconn yang berasal dari Taiwan ini. Sebelum menyambangi Indonesia, Luna sudah lebih dulu dipasarkan di Korea Selatan.
Produsen asal Taiwan ini mengklaim ponsel Luna memiliki kualitas yang sama dengan iPhone. Hal tersebut dikatakan mulai dari pemilihan material, proses finishing dan quality control sehingga diidentikkan sebagai iPhone versi Android.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur Luna Indonesia Akwila Natanael mengaku percaya diri dengan ponsel perdana yang menyasar segmen menengah dan premium.
Menurutnya perkembangan tren saat ini menunjukan bahwa masyarakat cenderung beralih dari ponsel seharga kurang dari Rp3 juta ke harga yang lebih mahal.
"Perkembangan pasar makin besar, kalau mau ganti ponsel pasti cari yang lebih mahal. Kami optimis bisa menjangkau segmen itu," ungkapnya.
Foto: CNN Indonesia/Ervina Anggraini |
Ponsel ini menggunakan casing logam 8 CNN process dengan sistem komputerisasi untuk mengontrol peralatan mesin (computer numeric control) pada sisi internal structure & provessing, antenna structure processing, screen structure processing, 3D side hoe machining, 360 drilling Qieja, structure end miling, dan overall polishing process.
Dengan bobot 186 gram, ponsel ini mengusung layar 5,5 inci Full HD dengan resolusi 1080 x 1920 pixel dan kerapatan warna 480 dpi.
Sementara untuk ruang penyimpanannya mencapai 64 GB dan penambahan slot microSD yang bisa membaca hingga 128 GB.
Urusan dapur pacu, Foxconn membekali Luna dengan chipset Qualcomm Snapdragon dengan CPU quad core 2,5GHz, kartu grafis Adreno 330, RAM 3 GB, dan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow.
Di sisi fotografi, kamera utama ponsel Luna memiliki lenda dengan resolusi 13 megapiksel dan 8 megapiksel untuk swafoto.
Luna dipasarkan melalui sistem daring dan ritel offline dengan banderol Rp5,5 juta. (hnf/tyo)
Foto: CNN Indonesia/Ervina Anggraini