Sejumlah warga AS memang bersumpah akan berpindah kewarganegaraan bila Trump yang diusung Partai Republik memenangi pemilihan umum. Bukti bahwa janji itu akan dipenuhi setidaknya terlihat dari situs imigrasi Kanada yang sulit diakses atau down.
Dilaporkan oleh Independent, situs Citizenship and Immigration Canada sulit diakses oleh pengunjung. Karena diduga jumlah yang mengintip laman web itu membludak.
Tidak ada laporan resmi dari pihak imigrasi Kanada terkait masalah ini. Namun tak sedikit pengguna Twitter mengeluhkan masalah tak bisa mengakses ke laman imigrasi Kanada tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pencarian 'Bagaimana saya dapat pindah ke Kanada' di Google meningkat +350% dalam beberapa jam terakhir," ujar editor data Google, Simon Rogers, melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (2/3) silam.
Setelah Rogers berkicau, editor portal berita teknologi Mashable, Brien Ryes, bahkan mengatakan bahwa situs resmi keimigrasian Kanada sempat mengalami masalah karena ramainya pengakses.
Ketika mengakses kolom "Ajukan imigrasi ke Kanada" terlihat peringatan bertuliskan, "Anda mungkin mengalami kelambatan dalam menggunakan situs ini. Kami sedang berusaha memperbaiki masalah ini. Terima kasih atas kesabaran Anda."
Selain Kanada, Irlandia dan Selandia Baru juga menjadi negara tujuan yang ingin ramai-ramai minggat dari AS kalau Trump menang menjadi kenyataan.
(tyo)