Untuk 'meluluhkan hati' pengembang aplikasi, Samsung diketahui menyiapkan dana sebesar US$9 miliar atau setara Rp12 miliar.
Bukan hanya menyediakan dukungan dana, Samsung memastikan peranti lunak miliknya kini telah didukung dengan kernel Linux untuk memudahkan adopsi dan pengembangan aplikasi khususnya untuk perangkat ponsel pintar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan The Register menyebut saat ini Samsung telah memperkenalkan program insentif pengembang di India di mana setiap bulan ada 100 aplikasi yang diunduh melalui toko aplikasi Tizen.
Program bertajuk Insentif Tizen Mobile App ini akan berlangsung sejak Februari hingga Oktober 2017 dengan total hadiah sebesar US$10.000.
Hanya saja, ponsel Tizen hingga saat ini belum mendukung aplikasi seperti Skype, Instagram, Snapchat, dan YouTube.
Lihat juga:Mengenal OS Tizen di Samsung Z2 |
Kemunculan ponsel Z2 dengan sistem operasi Tizen perdana di India dan Indonesia dikabarkan telah mencapai jutaan unit. Samsung Z2 dibanderol Rp899 ribu dengan mengusung layar 4 inci, prosesor quad-core 1,5GHz dan RAM 1GB.
Saat peluncuran di Jakarta, Presiden Samsung Electronics Indonesia Jaehoon Kwon mengatakan kemunculan Z1 difokuskan untuk pengguna berjiwa muda yang suka teknologi tetapi butuh perangkat dengan harga terjangkau.
"Tizen membuka peluang bagi developer muda untuk menciptakan software dan game untuk OS ini," kata Kwon disela peluncuran Z2 di Jakarta pertengahan Oktober lalu.
Sebelum diadopsi dalam sebuah ponsel pintar, Samsung mengatakan Tizen telah dikembangkan lebih dulu untuk perangkat seperti wearable devices, SmartTV, dan peralatan rumah tangga sejak beberapa tahun lalu. (evn)