Selama masa kampanye, Trump dan Hillary Clinton sebetulnya tidak ada yang banyak berbicara soal misi antariksa. Namun, sebelum taipan real-estate itu akhirnya memenangkan pemilu ia menjabarkan rencana untuk masa depan NASA.
Space Policy Online melaporkan, Trump dibantu oleh mantan kongres Partai Republik Robert Walker yang memimpin komite sains, antariksa, dan teknologi di era 1990an untuk menyusun draf tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalamnya disebutkan bahwa misi tersebut sudah termasuk "menambang komposisi berharga dari sabuk asteroid dan mengunjungi bulan Jupiter yang bernama Europa."
Selain itu, Trump juga berencana mengembalikan dewan National Space Council yang terakhir beroperasi adalah pada masa kepemimpinan George H.W. Bush.
Jupiter dan tiga bulan yang mengorbitnya. (NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS) |
Lebih lanjut, didorongnya jalinan kemitraan antara NASA dengan perusahaan swasta dipercaya Trump mampu mengurangi dana pemerintah untuk proyek antariksa.
Sekadar diketahui, Europa adalah satu dari enam bulan yang mengorbit Jupiter. Ia mengandung inti besi dengan mantel bebatuan, sementara permukaannya berlapiskan es lembut dan diyakini mengandung air laut di bawahnya.
Jarak Europa dengan matahari yang terbilang jauh membuat air di sana membeku.
NASA sendiri sebetulnya telah mempelajari konsep misi yang bernama Europa Clipper di bawah pengembangan Jet Propulsion Laboratory (JPL). Di masa depan, konsep ini akan mengirim pesawat antariksa ke orbit sekitar Jupiter dan terbang mendekati bulan Europa.
Instrumen ilmiah seperti radar dan kamera topografi akan digunakan untuk menganalisis Europa, serta menentukan apakah lautan tersembunyi di sana bisa menjadi lingkungan yang layak dihuni. (hnf/tyo)
Jupiter dan tiga bulan yang mengorbitnya. (NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS)