Meski tidak ada laporan lebih rinci mengenai jumlahnya, iPhone 6 dan 6s di Negeri Panda dilaporkan bisa sewaktu-waktu mati tanpa alasan yang pasti.
Mengutip situs Ubergizmo, kasus 'lumpuhnya' duo iPhone ini dipercaya tidak berkaitan dengan kondisi baterai ponsel, karena ada beberapa yang mengalaminya saat daya baterai masih 50 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para konsumen yang mengalami masalah ini mengeluh bahwa iPhone mereka baru bisa hidup kembali setelah dicolokkan ke charger.
Banyak yang memprediksi, gangguan ini kemungkinan besar berasal dari peranti lunak yng bermasalah.
China Consumers Association dikabarkan telah menghubungi pihak Apple terkait masalah ini dan perusahaan pimpinan Tim Cook itu menyatakan akan melakukan pemantauan.
Sampai saat ini, belum ada laporan kasus sejenis dari negara lain. (hnf)