Back to The Future II jadi awal terwujudnya sepatu ini. Film trilogi garapan Robert Zemeckis ini yang menceritakan kisah seorang Marty McFly yang bisa bertualang ke masa depan dengan menggunakan sebuah mobil, GMC Dolorean. Saat itu Nike jadi ikon tersendiri dari sepatu yang dipakai McFly, Nike AirMag, dan tampaknya HyperAdapt berawal dari itu.
Desain yang berbeda dari Nike Air Mag, HyperAdapt 1.0 membalut desain original karya desainer Nike, Tinker Hatfield yang berkolaborasi dengan Tiffany Beers. Nike beralasan bahwa menciptakan sepatu ini untuk memenuhi kebutuhan bagi para atlet dan penyandang disabilitas dalam mempersingkat waktu agar tidak lagi mengikat tali sepatu secara manual.
Foto: REUTERS/Andrew KellyDolorean, mobil Marty McFly dalam film trilogi Back to The Future |
Sebenarnya, HyperAdapt 1.0 ini sudah diresmikan pada bulan Maret 2016 lalu, namun Nike masih banyak melakukan perbaikan dalam teknologi dan pengembangannya. Sepatu ini acap kali terdapat masalah, mulai dari ketepatan ukuran dan keterbatasan daya mesin pengikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HyperAdapt 1.0, didukung lithium-ion yang akan bertahan selama dua minggu, juga terdapat LED pada tumit dan telapak untuk menampilkan daya tahan baterai.
Sepatu yang ditunggu-tunggu dengan pengikat otomatis ini akan rilis pada 1 Desember mendatang, dengan harga yang diperkirakan sekitar $720.00.
Namun, Nike bukanlah satu-satunya yang memiliki sepatu tali pengikat otomatis, kabar datang juga dari Puma yang menyatakan akan meluncurkan Puma Autodisc pada akhir tahun ini.
Foto: REUTERS/Andrew Kelly