"Pak Kapolri bilang minta tolong info-info yang tidak benar atau hoax untuk diberitahu atau di-counter," terang Enda kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (25/11).
Dalam status Facebook yang Enda unggah di hari yang sama usai pertemuan menekankan empat hal yaitu mewaspadai pembentukan opini yang memecah belah bangsa lewat media sosial, ajakan memilah disinformasi dalam bentuk berita bohong, membantu Polri, dan aktif melaporkan indikasi ajakan kekerasan dan semacamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita menghasilkan maklumat dan akan kami umumkan minggu depan sekaligus gerakan Masyarakat Anti Hoax ini," ujar pria yang dijuluki Bapak Blogger Indonesia itu.
Selain Enda, ada beberapa tokoh yang aktif di medium digital seperti Wicaksono alias Ndoro Kakung, Koko Dirgantoro, Shafiq Pontoh, Harry Sufehmi, dan Andrew Darwis.
Enda lanjut menjelaskan bahwa akurasi fakta dari informasi yang belakangan beredar di media sosial menjadi perhatian banyak komunitas pegiat literasi internet. Dari hasil pembicaraan dengan Tito, Enda mengamini ada beberapa pihak yang ingin memanfaatkan kasus Ahok untuk mengganggu stabilitas negeri. Salah satu caranya ditempuh melalui media sosial.
"Itu kan bisa mengganggu jalannya pemerintahan yang sah dan banyak kerugian lainnya. Kita diminta untuk melawan (informasi hoax) itu," pungkas Enda. (pit)