Dalam wawancara dengan kantor berita Reuters, Barra menyikapi anjloknya penjualan ponsel pintar besutan perusahaannya di kampung halaman sendiri tanpa ada rasa cemas.
Ia meyakini hal tersebut tidak akan mempengaruhi pertumbuhan profit perusahaan dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip situs TechCrunch, Xiaomi juga fokus meningkatkan produk kategori lain seperti penjualan perangkat pintar untuk rumah tangga seperti water purifier hingga rice cooker. Selain itu, software juga menyumbang pendapatan bagi perusahaan.
Anjloknya penjualan ponsel Xiaomi sebesar 45 persen pertama kali dilaporkan oleh lembaga riset IDC. Xiaomi juga mengalami penurunan penjualan ponsel sebesar 12 persen tahun lalu.
Barra juga menuturkan, perusahaan tidak perlu sampai membuka saham untuk publik alias IPO untuk mendulang pemasukan.
Berdasarkan pengakuan Barra, Xiaomi dengan senang menanti perhelatan tahunan CES 2017 yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat untuk memamerkan produk barunya. (hnf)