"Kita masih belum bisa menjawab itu ya. Tapi yang pasti kita mengikuti peraturan legal yang masih berlaku," ujar Venusiana dalam peluncuran platform video streaming VideoMAX di Jakarta, Jumat (25/21).
Venus mengaku kebijakan perusahaan telekomunikasi pelat merah tempatnya bernaung tak akan berubah selama ketentuan pemerintah juga tak berubah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ikut pemerintah, jadi selama belum berubah kita ikut ketentuannya yang ada aja," tambah Venus.
Telkomsel dan Telkom yang merupakan BUMN tersebut diketahui telah memblokir layanan Netflix sejak awal tahun 2016 ini. Faktor yang dianggap tidak sesuai dengan regulasi dan adanya konten pornografi menjadi dua alasan utama pemain industri telekomunikasi ini memblokir Netflix.
Lihat juga:CEO Netflix Khawatir Disaingi Snapchat Cs |
Venus sendiri menyebut layanan video-on-demand dengan Hooq telah mengajak pihak ketiga untuk menyisir konten berunsur pornografi dan yang dianggap tak pantas lainnya. Meski demikian, ia justru enggan menyebut siapa pihak ketiga yang bertugas menjaga konten mereka.
"Kita sudah gandeng pihak ketiga untuk melakukan sensor konten, mirip seperti lembaga sensor. Tapi kita nggak bisa kash tau siapa pihak ketiganya ya," ucapnya sembari tersenyum.
Netflix sendiri hingga saat ini merupakan penguasa pasar layanan video streaming di Amerika Serikat dengan nilai pasar sebesar 36 persen. Berkat serial seperti Stranger Things, House of Cards, serta Narcos, kepopuleran Netflix melesat ke mancanegara termasuk Indonesia. (evn)