Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu dilaporkan siap mengumumkan hasil dari investigasinya selama ini terhadap kasus meledaknya Galaxy Note 7 yang terjadi di berbagai negara.
Dari laporan Korea Herald, Samsung menyatakan siap mengumumkan hasilnya pada bulan depan, yakni Desember.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meledaknya Galaxy Note 7 memang dipercaya berakar pada masalah komponen baterai yang dipakainya.
Selain itu, ada pula spekulasi yang mengatakan bahwa desain Galaxy Note 7 yang serba tipis mempengaruhi kondisi baterainya.
Sebelumnya, Samsung sempat membeberkan bahwa keuntungan operasional perusahaan terjun bebas sebanyak 30 persen di kuartal ketiga 2016 jika dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.
Cobaan tersebut menjadi akar turunnya profit operasional perusahaan ke angka terendah dalam kurun waktu dua tahun.
Situs FoxBusiness mewartakan, profit operasional Samsung pada kuartal tiga tahun ini 5,2 triliun won atau setara Rp59 triliun.
Sejak awal, raksasa Korea Selatan itu memperkirakan mampu menghasilkan 7,8 triliun won atau sekitar Rp89 triliun. Sayangnya target tersebut harus terpangkas karena musibah Galaxy Note 7.
Akibat rentetan peristiwa yang berujung penghentian produksi dan penjualan Note 7, Samsung diperkirakan akan menanggung kerugian hingga 41,6 triliun sampai Maret 2017 nanti. (hnf)