Sebuah sumber lokal menyatakan bahwa ada sekitar 140 ribu unit Note 7 yang masih dipakai oleh konsumen Korea Selatan hingga saat ini. Dengan kata lain, mereka belum kunjung mengembalikan ponsel pintar berlayar jumbo itu.
Seperti dikutip dari situs KoreaTimes, setelah tiga bulan imbauan dari Samsung agar mengembalikan Note 7 demi menjaga keselamatan, pengembalian produk flagship ini di Korsel baru mencapai 85 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di Amerika Serikat, Samsung mengatakan sudah mencapai 93 persen Note 7 yang dikembalikan oleh konsumen.
Upaya Samsung ini kemudian ditanggapi oleh beberapa analis industri lokal di Korea Selatan.
"Jika Samsung menyetop kemampuan Galaxy Note 7 dari pengisian daya baterai, hal ini bisa menyulut amarah para pengguna," kata sumber yang tak ingin disebut namanya.
Pada dasarnya Samsung berharap bisa meningkatkan jumlah pengembalian produk Note 7 di kampung halamannya karena perusahaan telah memperpanjang program refund kepada konsumen.
Diketahui setelah menjalani investigasi penyebab meledak Note 7 selama berbulan-bulan, Samsung belakangan dikabarkan telah menyudahi penyelidikan internal mereka dalam sebuah laporan.
Untuk meneliti ulang laporan itu, Samsung melimpahkan hasil penyelidikan tadi ke Korea Testing Laboratory dan perusahaan keamanan IT Amerika Serikat UL.
Samsung diperkirakan tak akan membeberkan hasil penelitian sebelum mereka merasa yakin dengan kesimpulan yang mereka ambil. Jika uji laboratorium terhadap hasil penyelidikan bisa segera kelar, bisa jadi Samsung dalam waktu dekat akan mengumumkan temuan penyebab meledaknya Galaxy Note 7.