Menurut penuturan Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Kukuh Ribudiyanto, angin kencang dari siklon Yvette yang sampai ke wilayah permukiman masyarakat bisa mencapai kecepatan 20-25 knot atau 37-46 kilometer per jam.
Lihat juga:Banjir Kembali Kepung Sebagian Kota Bima |
"Embusan angin ini perlu diwaspadai warga terutama di lokasi benda-benda tinggi seperti billboard atau pohon," ucap Kukuh kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (23/12).
Selain membawa embusan kuat, siklon Yvette juga mempengaruhi tinggi gelombang pantai di sepanjang perairan selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMKG memprediksi angin kencang masih bisa dirasakan hingga 4-5 hari ke depan.
BMKG sebelumnya telah memberi peringatan terhadap warga terkait siklon tropis Yvette ini. Nelayan dan usaha pelayaran di Laut Jawa maupun di Samudera Hindia patut mewaspadai tinggi gelombang yang diakibatkan siklon ini.
"Apalagi, fenomena tersebut dibarengi dengan angin kencang, tidak hanya di perairan tapi juga di daratan. Jadi, masyarakat harus lebih waspada agar fenomena alam ini tidak sampai menimbulkan dampak merugikan," tutur Eko Prasetyo, Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya seperti dilansir dari Antara, Kamis (22/12) kemarin.
(tyo)