Penelitian yang dilakukan oleh Zoological Society of London menemukan jumlah populasi Cheetah dari Asia turun lebih cepat ketimbang di tempat lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 77 persen habitat Cheetah berada di luar area yang dilindungi," sebut studi yang dirilis Senin (26/12) di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Selain faktor habitat yang terus berkurang, menyusutnya populasi Cheetah juga disebabkan oleh perdagangan ilegal baik dalam bentuk organ maupun sebagai hewan peliharaan. Jumlah hewan buruan yang kian berkurang akibat aktivitas manusia juga berkontribusi dalam perubahan status Cheetah.
"Puncak studi ini memperlihatkan bahwa mensterilkan kawasan lindung saja tidak cukup," ucap Dr. Kim Young-Overton Direktur Panthera's Cheetah Program seperti yang dikutip dari Gizmodo.
Menurut Kim, upaya perlindungan kucing besar ini perlu memerhatikan pola hubungan konservasi kawasan lindung dan tidak dilindungi yang mereka huni.
"Jika yang dilakukan sebaliknya maka sudah dipastikan kita akan kehilangan Cheetah untuk selamanya," sambung Kim.