Alfons Tanujaya, spesialis antivirus Vaksincom, berpendapat perkara penipuan ini tidak bisa dibilang kejahatan baru. Ia bahkan menyebutnya sebagai modus kuno.
"Dulu ada yang namanya party line yang memakai nomor berawalan 0809 yang per menit bisa Rp8.000," ucap Alfons melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alfons belum bisa mengidentifikasi secara jelas siapa pelaku penipuan telepon internasional ini. Namun ia bisa memastikan bahwa operator seluler asal negara tadi terlibat secara pasif dalam skema penipuan ini.
"Belum bisa dibilang apakah individu atau operator seluler yang bersalah tapi yang pasti operator seluler di sana terlibat, bukan dalam arti berkomplot ya," tutur Alfons.
Penipuan ini belakangan dirasakan oleh masyarakat hingga memunculkan pesan berantai di WhatsApp. Hal ini bahkan telah dikonfirmasi oleh Telkomsel. Mereka mengaku menerima aduan pelanggan yang mengeluhkan panggilan dari kode nomor tak dikenal.
"Kita sedang berkordinasi dengan seluruh pihak terkait khususnya untuk urusan internasional call seperti Telin, Indosat, dan Gaharu Telkom. Untuk urusan teknis, tim dari Telin sedang menginvestigasi. Kali ini memang agak masif, yang paling penting sekarang menjaga kenyamanan pelanggan," tutur General manger External Corpcomm Telkomsel Denny Abidin dalam pesan singkatnya kepada CNNIndonesia.com.
Alfons mengkritik cara Telkomsel dan operator lainnya dalam menanggulangi modus penipuan ini. Ia menilai operator seluler dalam negeri masih reaktif, dengan menunggu aduan dari pelanggan mereka.
Menurut Alfons sudah sepatutnya penanganan lebih bersifat proaktif. Ia mencontohkan cukup dengan memblokir panggilan dari nomor asing yang mencurigakan, misal dari Rusia atau Afrika, dan kecenderungan frekuensinya, maka kasus penipuan ini akan segera mereda.
"Tapi alternatif paling mudah dari kita adalah menyimpan nomor asing itu dan menghubungi balik menggunakan WhatsApp," kata Alfons. (evn)