Bersama dengan konsultan Prognos, perusahaan teknologi asal Jerman, Bosch mengembangkan connected car melalui sistem Electronic Stability Program (ESP), yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan saat berkendara.
Terdiri dari emergency brake system (EBS) dan sistem perpindahan jalur otomatis, connected car merupakan sistem keamanan yang dapat berfungsi secara otomatis. Tentu saja dapat mengurangi risiko kesalahan fatal saat berkendara dengan konsentrasi kurang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem tersebut bekerja menggunakan sensor dan kamera untuk mengenali kendaraan di sekitar mobil. Pada jarak yang membahayakan, pengereman maupun mobil akan berpindah jalur secara otomatis. Demikian seperti dikutip dari Autocarpro, Selasa (27/12).
"Connected Car akan menekan angka kecelakaan lebih sedikit, serta konsumsi bahan bakar juga akan berkurang," kata Dr. Dirk Hoheisel selaku Anggota Dewan Manajemen Bosch yang meringkas hasil perhitungan model.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bosch mengklaim teknologi connected car yang dikembangkannya bisa menekan angka kecelakaan sebanyak 260 ribu kasus yang sering terjadi di tiga negara dengan basis otomotif terbesar.
Sensor ESP akan menggunakan jaringan internet sebagai jalur untuk melaporkan batas kecepatan dan karakter jalan licin, dengan menggunakan perangkat sensor dan kamera yang terintegrasi melalui sistem electronic stability program.
Hingga kini, teknologi tersebut masih terus dikembangkan produsen Bosch. Bahkan saat ini, Bosch tengah melakukan pengambilan data di tiga negara yakni Amerika Serikat, Jerman, dan China. (pit)