Diawali dengan kemunculan Pokemon Go pada pertengahan tahun 2016, siapa sangka jika hal itu menjadi awal kebangkitan perusahaan game asal Jepang tersebut.
Demam Pokemon Go tak terhindarkan di seluruh dunia. Sejumlah negara yang kala itu belum termasuk dalam daftar penerima Pokemon Go kemudian mencari link dari pihak ketiga demi bisa berlari mengejar para monster.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, game ini tak luput dari komentar negatif dan larangan terkait kebiasaan pemain yang kerap mengabaikan unsur keamanan. Pemerintah di beberapa negara bahkan menganggap Pokemon Go sebagai alat mata-mata.
Pro dan kontra yang mengiringi kesuksesan Pokemon Go teranyata berimbas pada rencana bisnis jangka panjang Nintendo. Sejumlah pihak bahkan menganjurkan perusahaan untuk fokus membesut game ponsel, bukan hanya game konsol.
Menjawab tantangan tersebut, bersamaan dengan momen kelahiran iPhone 7 dan 7 Plus, Nintendo secara resmi mengumumkan kemunculan game ponsel terbarunya. Game legendaris Mario Bros dipastikan secara khusus tersedia untuk pengguna iOS.
Tepat tiga bulan setelah diumumkan, game mobile kedua Nintendo akhirnya secara resmi dirilis. Di hari pertama kemunculannya, SUper Mario berhasil diunduh sebanyak 2,8 juta kali dan sempat membuat App Store down.
Meski belum menyamai kesuksesan serupa Pokemon Go, dalam sebuah wawancara dengan Kyoto NP, Presiden Nintendo Tatsumi Kimishima tengah mempertimbangkan rencana untuk merilis dua hingga tiga game mobile setiap tahunnya mulai 2017 nanti. (evn)