LG Kapok Pakai Konsep Modular untuk Ponsel
Ervina Anggraini | CNN Indonesia
Jumat, 06 Jan 2017 17:25 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemunculan LG G5 sebagai ponsel dengan konsep modular pertama ternyata tak mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perusahaan.
LG diketahui 'kapok' mengadopsi konsep ponsel yang bisa dibongkar pasar dan tidak akan melakukan kesalahan serupa untuk flagship terbarunya G6.
"Hal itu (adopsi konsep modular pada G5) merupakan pengujian yang berarti bagi kami. Memang biaya yang dihabiskan besar untuk riset dan pengembangan," kata Chief Technology Officer LG, Skott Ahn seperti dilansir CNet.
Sebagai gantinya, besar kemungkinan LG akan kembali mengusung konsep desain ponsel konvensional berupa baterai tanam atau baterai yang bisa dilepas seperti seri G terdahulu.
Kegagalan G5 yang tidak bisa diterima dengan baik oleh pasar merupaan salah satu pelajaran besar bagi perusahaan.
Kemunculan ponsel modular pertama LG merupakan upaya yang dilakukan untuk memberi pilihan baru bagi pengguna.
Namun begitu, meski berupaya menawarkan konsep baru tetapi perusahaan asal Korea Selatan ini mengaku tetap harus menyesuaikan dengan selera pengguna.
"Kami berupaya untuk mengikuti selera pengguna," imbuh Ahn yang mencatat bahwa sejumlah mitra LG juga mengaku belum siap menerima kemunculan konsep ponsel modular.
Ahn memastikan ide mengenai aksesoris pendukung ponsel modular tidak sepenuhnya hilang. Bukan tidak mungkin jika nantinya konsep serupa justru akan dihadirkan pada perangkat selain ponsel pintar. (evn)
LG diketahui 'kapok' mengadopsi konsep ponsel yang bisa dibongkar pasar dan tidak akan melakukan kesalahan serupa untuk flagship terbarunya G6.
"Hal itu (adopsi konsep modular pada G5) merupakan pengujian yang berarti bagi kami. Memang biaya yang dihabiskan besar untuk riset dan pengembangan," kata Chief Technology Officer LG, Skott Ahn seperti dilansir CNet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Penjualan LG G5 Tak Sesuai Harapan |
Sebagai gantinya, besar kemungkinan LG akan kembali mengusung konsep desain ponsel konvensional berupa baterai tanam atau baterai yang bisa dilepas seperti seri G terdahulu.
Kegagalan G5 yang tidak bisa diterima dengan baik oleh pasar merupaan salah satu pelajaran besar bagi perusahaan.
Namun begitu, meski berupaya menawarkan konsep baru tetapi perusahaan asal Korea Selatan ini mengaku tetap harus menyesuaikan dengan selera pengguna.
Lihat juga:Setelah LG G5, Saatnya Tren Ponsel Modular |
"Kami berupaya untuk mengikuti selera pengguna," imbuh Ahn yang mencatat bahwa sejumlah mitra LG juga mengaku belum siap menerima kemunculan konsep ponsel modular.
Ahn memastikan ide mengenai aksesoris pendukung ponsel modular tidak sepenuhnya hilang. Bukan tidak mungkin jika nantinya konsep serupa justru akan dihadirkan pada perangkat selain ponsel pintar. (evn)