Sinyal bahaya keuangan SoundCloud datang dari laporan The Financial Times. Mereka menyebut jika SoundCloud tak segera menemukan investor baru, bisa jadi kebangkrutan menerpa mereka.
Dalam pembukuan tahun 2015, SoundCloud sebenarnya mencatat kenaikan pendapatan 21,6 persen sebesar US$22 juta. Naiknya pendapatan mereka ini berkat peluncuran layanan musik premium SoundCloud Go pada Maret 2016 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun perolehan dari biaya langanan SoundCloud Go cukup menjanjikan, SoundCloud masih harus bekerja keras menghadapi persaingan ketat di layanan akses musik premium lain seperti Pandora dan Spotify yang lebih dulu dikenal publik.
"Walau jajaran direktur yakin bisa memperoleh dana tambahan sampai 31 Desember 2017, risiko dan ketidakpastian bisa berakibat perusahaan ini kehabisan uang lebih dini, dan memaksa kami mencari dana tambahan yang belum direncanakan," ujar Ljung kepada MBW, Kamis (5/1).
Ketidakpastian masa depan SoundCloud ini mengundang perusahaan lain untuk mengakuisisinya. Pada September lalu Spotify sempat serius membelinya dengan mahar US$1 miliar. Rencana ini kandas lantaran Spotify ingin lebih fokus ke penjualan saham publik perdana (IPO).
Sedangkan pada awal tahun ini Google dikabarkan menjadi pihak teranyar yang tertarik mengambil alih kepemilikan SoundCloud dengan harga sekitar US$500 juta.
Saat ini SoundCloud merupakan salah satu platform musik daring terbesar dengan basis pengguna mencapai 175 juta. SoundCloud populer berkat jenis konten yang beragam dan tempat menikmati musisi serta lagu baru. (hnf)