Ditemui usai mengisi acara perayaan ulang tahun ketujuh Bukalapak, pendiri sekaligus CEO Achmad Zaky mengatakan pertumbuhan perusahaan rintisannya secara konsisten tumbuh tiga hingga lima kali lipat per tahunnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilai transaksi harian kami bahkan sempat tembus Rp300 miliar saat momen Harbolnas akhir Desember kemarin," ungkap Zaky saat ditemui usai perayaan ulang tahun ketujuh Bukalapak di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (10/1).
Pendapat bersih perusahaan disebut Zaky juga ikut tumbuh hingga tujuh kali lipat dari tahun 2015. Berkaca dari pencapian ini, Bukalapak menargetkan pertumbuhan serupa di tahun 2017 dan 2018.
Namun begitu, ia tidak menampik apabila selama tujuh tahun terakhir perusahaan rintisannya belum mengantongi keuntungan.
"Kalau kejar target untung, memang masih belum untung, kalau lihat biaya operasional sebenarnya sudah nutup kalau tidak pasang iklan tv. Harapannya tahun ini kami bisa capai profitabilitas," imbuhnya.
Lebih lanjut Zaky mengaku optimis dengan target pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia. Dibandingkan retail offline, pertumbuhan pelapak daring lebih cepat dan membutuhkan waktu lebih singkat.
Bukalapak mencatat sudah memiliki 1,3 juta pelapak dengan 11,2 juta pengguna aktif hingga akhir 2016 di seluruh Indonesia.
Sama dengan perusahaan e-commerce lain, Bukalapak juga mencatat kategori gadget dan fashion menjadi yang paling banyak diburu oleh pengguna.