"Kami akan memasang update di Jerman dalam beberapa pekan mendatang," ujar Facebook dalam pengumumannya yang berbahasa Jerman seperti yang dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu organisasi itu adalah Corectiv, badan redaksi investigasi nonprofit berbahasa Jerman. Corectiv ini telah menandatangani US Poynter International Fact-Checking Code of Principles, sebuah aliansi organisasi penguji fakta dan media dari berbagai negara.
Facebook pun berjanji memberi semacam 'imunitas' bagi kantor berita ternama yang kerap diimitasi oleh para penipu di situs web.
Dalam isu berita palsu dan hoax di internet, bisa dibilang Jerman adalah suara paling vokal di daratan Eropa terutama ke kuping Facebook, sebagai platform yang paling populer.
Facebook, bersama Twitter dan Google, dituding turut bertanggung jawab atas penyebaran berita bohong di Jerman yang berujung meningkatkan ujaran kebencian kepada jutaan imigran di sana.
Reaksi keras pun ditunjukkan oleh pemerintah Jerman kepada perusahaan over the top tadi dengan memasang tarif denda per informasi hoax yang beredar.