Berdasarkan laporan NASA dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), kenaikan temperatur udara planet saat ini telah mencapai 1,1 derajat Celcius atau lebih hangat dari akhir abad ke-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2015 dan 2016, peneliti menyebut menghangatnya suhu Bumi masih dipengaruhi oleh El Nino. Namun sejatinya karbon dioksida dan emisi gas rumah kaca adalah pelaku utama kenaikan temperatur Bumi.
Namun dampak terberat dialami kawasan Arktik yang dengan suhu sekitar 20-30 derajat Fahrenheit di atas rata-rata. Dengan suhu itu, tak heran permukaan laut es di sana berada di titik terendah.
Namun di antara sekian banyak tadi masih ada beberapa wilayah di Bumi yang suhunya naik di ambang normal seperti mayoritas negara bagian di AS, Rusia, dan China.