Twitter menghapus semua cuitan tim Obama di era pemerintahannya di akun @POTUS ketika Trump diambil sumpah sebagai presiden pada Jumat (20/1). Sebagai gantinya, mikroblog itu memindahkan cuitan Obama ke akun @POTUS44 yang diperuntukkan khusus untuk Obama.
Hanya saja dalam prosesnya, pengikut akun @POTUS di era Obama justru ikut dipindahkan ke @POTUS baru milik Trump tanpa persetujuan mereka. Hal itu memantik protes di linimasa Twitter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi pertanyaan tersebut, Twitter mengaku ada kesalahan yang terjadi ketika proses perpindahan akun berlangsung. CEO Jack Dorsey menyarankan mereka yang tak ingin mengikuti akun @POTUS baru namun tak sengaja terdaftar sebagai pengikutnya segera 'unfollow.'
"@cadlymack @Twitter it will unfollow if you unfollowed. The script is replaying everything. Just taking time," kata Dorsey di akunnya.
Dalam prosedur yang benar, pengikut di @POTUS era Obama otomatis akan dialihkan ke akun @POTUS44 yang diasuh Obama. Namun kesalahan dari Twitter ini menyebabkan banyak pengikut Obama tersangkut di @POTUS milik Trump.
Saat laporan ini ditulis, Dorsey menyatakan permintaan maafnya dan mengaku masih terus menyelidiki penyebab kesalahan mereka. (gen)