Deputi Penginderaan Jauh LAPAN Orbita Roswintiarti mengungkapkan aplikasi itu mendeteksi potensi titik api secara real time. Menggabungkan peta Google Earth dan sistem deteksi yang dikembangkan sendiri, LAPAN memboyong aplikasi itu ke ponsel sejak pertengahan tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semakin merah titik yang muncul, makin besar potensi kebakaran yang terjadi.
Dengan mengklik titik tadi akan muncul kotak informasi berisi waktu, lokasi, koordinat, hingga waktu pencatatan titik api. Selain itu ada juga keterangan satelit yang digunakan dan tingkat kepercayaan titik api.
Data yang dihimpun LAPAN tadi terus diperbaharui tiap 24 dan 48 jam. LAPAN menggunakan data satelit peginderaan jauh Terra, Aqua, dan SNPP.
Data tersebut diterima di Stasiun Bumi LAPAN yang terletak di Parepare, Sulawesi Selatan, dan di Rumpin, Bogor, dan diolah sebelum akhirnya ditransmisikan ke server pusat.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk bertindak tegas mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini.
Pasalnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi 2017 bakal lebih kering dibanding tahun lalu terutama di daerah rawan seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Papua. (tyo)