Mereka yang mempunyai uang sangat lebih itu, berlomba-lomba mengantisipasinya dengan membangun tempat perlindungan diri atau bunker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menimbun persediaan makanan dan alat bertahan hidup yang dilakukan Hofmann tadi, hartawan Silicon Valley memilih membeli bunker dan areal tanah yang luas.
Antonio Garcia Martinez, mantan manajer produk di Facebook, misalnya. Ia baru saja membeli rumah dan dua hektar tanah di sebuah pulau di Samudera Pasifik. Rumah di pulau terpencil itu dilengkapi dengan generator listrik, panel surya, dan persenjataan.
"Mereka menganggap ini kejadian yang hampir tidak mungkin, tapi dengan potensi risiko yang begitu besar, menghabiskan segelintir uang mereka untuk berjaga-jaga adalah hal yang logis," pungkas Wong.
Selain Hoffman dan Martinez, miliarder Silicon Valley yang paranoid dengan serangan robot di masa depan adalah CEO Reddit Steve Huffman, mantan eksekutif Yahoo Marvin Liao, dan mantan direktur di Soros Fund Management Robert A. Johnson.
Mereka membangun tempat perlindungan yang lebih mirip disebut benteng yang dapat bertahan dari perang nuklir, wabah penyakit, hingga perang dunia.
Dalam laporan The New Yorker, Hoffman berpendapat orang kaya Silicon Valley justru ketakutan sendiri melihat potensi dari kecerdasan buatan yang mulai mengambil pekerjaan manusia.
(tyo)