Sejumlah ilmuwan menemukan petunjuk dari sekumpulan paus bungkuk yang diamati di pantai Australia. Dari hasil pengamatan, para ahli itu menduga paus tersebut sedang berbicara satu sama lain. Mamalia laut ini dari kejauhan memanfaatkan suara yang timbul dari hempasan tubuhnya di permukaan air.
Seperti diketahui, paus dikenal gemar membuat 'keriuhan' di laut dengan berbagai cara, seperti dengan mengepakkan sirip dan ekor ke permukaan laut. Namun "terbang" ke udara dan mengempaskan tubuh yang beratnya mencapai 33 ton jelas membutuhkan energi ekstra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bunyi paus yang menghempaskan dirinya ke permukaan laut diketahui lebih keras dan efektif untuk didengar kawannya yang berada di kejauhan. Lebih efektif dari bunyi yang dihasilkan kepakan sirip atau buntut mereka.
Paus memang dikenal sebagai mamalia yang punya banyak cara berkomunikasi. Ilmuwan paus lain sudah mencatat beragam bunyi dari paus untuk berbicara satu sama lain.
Bahkan sebuah penelitian pada 2016 berhasil menemukan aksen regional dari paus sperma yang tinggal di wilayah Karibia. Aksen itu tak diketahui tak pernah terdengar di wilayah lain.
Lihat juga:Kisah Sedih 'Panda Laut' Asal Meksiko |