"Tren e-commerce tidak akan lagi ditentukan dari harga, tapi dari kepercayaan," kata Teddy Arifianto, Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID yang ditemui di Jakarta, Kamis (16/2).
Menurut Teddy, program diskon terlalu mudah untuk dilakukan dan semua perusahaan e-commerce memilikinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau open recruitment marketplace tak mungkin bisa scan semua barang-barang yang dijual penjual mereka," tutur Rama.
JD.ID adalah e-commerce B2C (business to consumer) dengan mayoritas produk yang dimiliki sendiri. Pangsa pasar mereka sendiri masih dominan berasal di Jawa, dengan 40 persen di Jabodetabek.
Tahun ini, e-commerce asal China ini berupaya ekspansi ke wilayah timur Indonesia dengan membuka gudang di Pontianak yang segera beroperasi dan gudang baru Makassar.