"Kehidupan primitif bisa saja berkembang di Ceres, kata Michael Küppers, ilmuwan planet di European Space Agency (ESA).
Lihat juga:NASA: Permukaan Pluto Mirip dengan Bumi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senyawa organik ini terdeteksi berkat penglihatan Visible and InfraRed Mapping Spectrometer yang menempel di pesawat antariksa Dawn. Dawn diluncurkan pada 2007 silam dan mengitari orbit Ceres sejak 2015.
"Ceres terbukti punya mineral yang mengandung amonia, air es, karbonat, garam, dan sekarang material organik," tutur Simone Marchi, yang ikut menulis temuan ini di jurnal Science.
Para peneliti memperkirakan senyawa tadi tidak berasal dari asteroid atau komet, melainkan dari dalam Ceres sendiri. Namun mereka masih tak mengerti bagaimana senyawa itu bisa bergerak dari dalam ke permukaan planet.
Dengan temuan ini, Ceres yang diyakini terbentuk 4,5 miliar tahun silam, menjadi kandidat terkuat kedua setelah Mars untuk menemukan kehidupan lain di Tata Surya.