Alih-alih ke terbang ke seluruh pelosok dunia, Loon bakal dilengkapi algoritma baru agar terbang ke wilayah yang butuh internet saja.
Astro Teller, kepala tim eksperimen Alphabet, menyebut tim Loon telah menguasai sistem navigasi baru agar cepat mendeteksi wilayah tak terjangkau internet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Algoritma Project Loon kini bisa mengirim sejumlah balon udara untuk membentuk gugus di wilayah yang sangat membutuhkan akses internet," tulis Teller, Kamis (16/2).
Dari uji coba mereka, gugus balon udara bisa terbang di satu area yang butuh akses internet selama beberapa bulan. Cara ini mempersingkat waktu yang dibutuhkan Project Loon mencapai daerah terpencil.
"Kecerdasan algoritma software ini melebihi ekspektasi kami dalam navigasi penerbangan balon udara," lanjut Teller.
Metode ini sekaligus menghemat jumlah balon udara yang Alphabet butuhkan dari sekitar ratusan jadi puluhan saja. Penghematan ini penting bagi Alphabet mengingat proyek ini tadinya diyakini tidak membawa profit.
Project Loon sendiri adalah obsesi Alphabet menghubungkan seluruh masyarakat dunia, terutama di daerah terpencil, ke akses internet. Sederhananya, balon udara ini berfungsi seperti menara Base Transceiver Station (BTS) yang terus bergerak.
Alhasil masyarakat yang tak punya infrastruktur komunikasi mapan bisa memanfaatkan balon udara agar terhubung dengan internet.
Project Loon Alphabet ini serupa dengan proyek Internet.org yang diusung Facebook. Bedanya, wahana yang digunakan oleh Facebook adalah drone.