Cara menghadapinya, menurut Gates yaitu dengan mengalokasikan sebagian dari dana yang digunakan oleh banyak negara untuk membeli senjata. Saat ini pelaku terorisme tidak hanya melancarkan serangan melalui cara-cara yang lazim dilakukan seperti serangan dengan menggunakan senjata api atau bom.
“Ancaman bioterorisme melebih bahaya perang nuklir dan perubahan iklim,” kata Gates dalam Konferensi Keamanan di Jerman, Sabtu (18/2) waktu setempat, yang salinan pidatonya diterbitkan oleh Business Insider.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gates menekankan pentingnya dilakukan hal tersebut di seluruh dunia untuk persiapan dalam menghadapi salah satu ancaman yang sangat besar yang disebutnya sebagai pandemi yang sudah sangat nyata di depan mata.
Dia lantas menyebut bahwa ancaman pandemi terbaru nantinya bakal lebih mematikan dari kasus wabah flu mematikan yang terjadi secara alami pada 1918 silam yang menewaskan antara 50 juta hingga 100 juta orang.
Gates mengatakan teknologi modern saat ini dapat membantu mencegah terjadinya korban tewas dalam jumlah sangat besar.
"Kabar baiknya adalah dengan kemajuan di bidang bioteknologi, vaksin baru, dan obat-obatan dapat membantu mencegah epidemi menyebar di luar kendali," kata dia sembari mengingatkan bahwa membutuhkan dana penelitian yang besar untuk pencegahan.
"Saya optimistis bahwa satu dekade dari sekarang, kita bisa jauh lebih siap untuk menghadapi epidemi mematikan jika kita mau untuk menyisihkan sebagian uang dari yang kita keluarkan untuk anggaran pertahanan dan sistem senjata baru untuk kesiapan mencegah epidemi," tambah Gates.