"Teknologi VR sangat mengagumkan dan akan bermanfaat di masa depan. Tapi kami sudah menemukan dampaknya dan itu perlu perhatian khusus, meski efek jangka panjang belum diketahui," ujarnya dikutip dari situs News.com, Minggu (26/2).
Masalah dengan headset VR berhubungan dengan syaraf mata tegang dan kering. Ahli kesehatan mata menyebutnya refleks akomodasi-konvergensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Anda melihat layar komputer atau smartphone dan tablet, mata terkonvergensi sehingga mereka bertemu pada jarak yang sesungguhnya. Fokus mata pada jarak tersebut baik dan setara. Di VR, layar hanya sebagai jarak pendek," paparnya.
Sejauh ini, dampak menggunakan headset yang langsung terlihat dan sering dialami sebagian pengguna adalah pusing dan ingin muntah. Karenanya para pembuat headser VR merekomendasikan agar pengguna headset tidak berlama-lama dan beristirahat setiap 15 menit sekali. Headset VR juga tidak diperkenankan untuk digunakan oleh anak di bawah 12 tahun. (pit)