Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan pemerintah tidak akan ikut campur dalam proses produksi kendaraan tersebut. Produksi akan diarahkan kepada produsen yang lebih berpengalaman.
Namun, ada beberapa syarat yang diajukan oleh pemerintah untuk menggandeng produsen otomotif kepada proyek upaya pengganti Grandong itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Putu, pemerintah masih membuka kesempatan kepada tiap produsen otomotif yang berkeinginan bekerjasama dalam perakitannya. Tetapi tetap, bagi dia, itu harus sesuai dengan syarat yang tengah diwacanakan kali ini.
"Siapapun boleh nanti. Sekarang gini, apakah kriteria bisa dipenuhi," ujarnya.
Pemerintah membawa konsep berbeda kepada Kendaraan Pedesaan, bebeda dengan mobil nasional sebelumnya. Kendaraan Pedesaan, merupakan produk angkutan barang dengan kapasitas mesin terbatas.
Dapat dikatakan, kendaraan itu memiliki fungsi multi guna seperti pickup. Berbekal mesin 1000 cc, serta sistem penggerak 4x4 mobil ini diklaim dapat melintas disegala medan. Rencananya, mobil tersebut akan dipasarkan dengan harga Rp60 jutaan. (pit)