Singhal diketahui baru bergabung dengan Uber sebulan lalu, setelah sebelumnya bekerja untuk Google selama 15 tahun. Pihak Uber menyebut tidak mengetahui alasan Singhal keluar dari Google.
Namun belakangan, Kalanick dan tim mengetahui adanya dugaan tuduhan terkait pelecehan seksual terhadap sesama karyawan di departemen lain di Google. Korban diketahui mengajukan laporan dan pihak Google akhirnya menemukan bukti kuat tindakan Singhal terhadap rekan kerjanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski awalnya berdalih ingin menghabiskan waktu dengan keluarga, selepas meninggalkan Google, Singhal justru bergabung dengan Uber.
Mengutip Recode, Kalanick mengaku tidak mengetahui adanya tuduhan yang menimpa Singhal saat mulai mempekerjakannya sebulan lalu. Secara pribadi, ia meminta Singhal untuk mengundurkan diri dari Uber.
Dalam tulisan di blog pribadinya, Susan menuliskan pengalaman kerja singkatnya dan budaya seksisme di antara pekerjanya. Tulisan Susan kemudian mengemuka ke publik setelah diberitakan oleh sejumlah situs berita.
Sebagai bentuk solidaritas atas kasus yang menimpa Susan, sejumlah warga Amerika Serikat termasuk sopir taksi menyerukan mogok massal. Bahkan pengguna kemudian menginisiasi kampanye menghapus aplikasi Uber dari ponsel mereka. (gen)