Rencana tersebut terbagi menjadi tiga, yakni dalam bentuk kapasitas pembuatan mesin, kerangka kendaraan hingga berbagai komponen. Total investasi akan mencapai Rp4,8 triliiun.
"Dari rencana investasi pabrik di Karawang totalnya Rp 4,8 triliiun. Kami akan terus menambah jumlah investasi di pabrik ini," kata President Director HPM, Tomoki Uchida di pabriknya, Karawang, Jawa Barat, Senin (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Marketing and Aftersales Sevice Director HPM, Jonfis Fandy mengungkapkan alasan di balik menambah jumlah produksi di pabrik kedua, adanya kesempatan yang terlihat dalam waktu lima tahun ke depan.
"Kami pikir lima tahun ke depan akan naik perkiraannya. Jadi ya kami punya kesempatan untuk menambah," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fokus Ekspor Komponen
Tidak hanya dari jumlah produksi, Jonfis menuturkan jika HPM juga saat ini tengah berkonsentrasi untuk meningkatkan nilai ekspor pada tahun ini. Ekspor akan meningkat menjadi 10 ribu kontainer, dengan nilai lebih dari Rp 2,5 triliiun.
Menurut Jonfis, hal itu merupakan bagian dari strategi HPM. Yang mana, masing-masing negara sudah diberikan kapasitas sendiri oleh Honda dalam hal produksi tertentu, semisal mengenai ekspor.
"Honda itu filosofinya di mana ada permintaan, dia mau produksi. Ekspor komponen itu justru lebih tinggi nilainya (dibanding CBU)," kata dia.
Sedikitnya, ada 11 jenis komponen yang diproduksi oleh HPM, yang masih bagian dari Honda Jazz, Mobilio CR-V dan sebagainya. Sedangkan untuk mesin, HPM melakukan produksi bebeberapa jenis dengan mayoritasnya di mesin 1,5 L.
"Campur-campurlah. Pokoknya semua, tidak harus selalu atas, atau bawah. Paling besar (produksi 1,5 L) masih," ujar Jonfis.
Adapun negara tujuan ekspor HPM mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. sebanyak 12 negara menjadi tujuan HPM, yakni Thailand, Malaysia, Pakistan, Turki, Filipina, Vietnam, taiwan, Jepang, Meksiko, Brazil, India dan Argentina. (tyo)