Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut tidak melarang apabila Nokia 3310 ini akan masuk ke Indonesia. Hanya saja, ia mengingatkan biaya memakai jaringan 2G jauh lebih mahal ketimbang jaringan 4G.
"Biaya mengirim data lewat jaringan 2G itu kan sepuluh kali lipat lebih mahal dari 4G. Akibatnya mahal juga untuk masyarakat," tutur Rudiantara di Jakarta, Kamis (2/3).
Lihat juga:Nokia Cuma 'Caper' Pakai 3310 Baru |
Biaya jaringan yang mahal tersebut juga yang menjadi pertimbangan Indonesia, termasuk negara lain, untuk menutup jaringan 2G. Rudiantara memperkirakan jaringan 2G berhenti beroperasi paling lama pada 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: REUTERS/Paul Hanna |
"Dari device, tahun 2019 (nanti) sudah ada ponsel 4G yang harganya Rp400 ribu sudah ada di pasar," imbuh pria yang akrab disapa Chief RA itu.
HMD Global asal China yang kini memegang lisensi merek Nokia baru saja merilis Nokia 3310 yang legendaris itu. Dibalut dengan tampilan lebih cerah, Nokia 3310 baru memakai jaringan 2.5G.
Dari segi spesifikasi, ponsel yang dikenal tahan banting itu dipuji karena mengusung konsep sederhana seperti feature phone pada umumnya. Namun penerapan teknologi 2G diperkirakan membuat 3310 sebagai produk pelipur nostalgia belaka.
[Gambas:Video CNN]
Foto: REUTERS/Paul Hanna