Kejadian bermula pada Selasa (28/2) pagi waktu setempat. Seorang pegawai Amazon sedang melakukan pengecekan rutin. Saat itu ia menemukan sedikit server yang bermasalah.
Untuk memperbaikinya, sang pegawai memasukkan kode perintah untuk memperbaikinya. Celakanya, kode yang ia masukkan typo. Akibatnya, server dalam kapasitas lebih besar justru mati.
Lihat juga:Ekspansi Amazon Di Inggris |
"Sayangnya salah satu input perintah tidak tepat dan server yang lebih besar padam tanpa disengaja," aku Amazon dalam pernyataan resmi di lamannya, Kamis (2/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan Amazon sendiri turut menjadi korban karena salah satu server yang mati adalah server yang menopang update laman statusnya.
Amazon mengaku lamanya waktu yang mereka butuhkan untuk memulihkan layanan mereka karena server mereka belum pernah di-restart bertahun-tahun, sementara kapasitas data mereka terus bertambah besar.
"Proses restart layanan butuh waktu lebih lama dari yang diperkirakan," sambung penjelasan tersebut.
Setelah kejadian itu, Amazon segera menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggannya.
"Akhirnya kami ingin minta maaf atas dampak yang diterima pelanggan kami."
(tyo)