Angka tersebut meningkat sebesar 76 persen, dibandingkan total ekspor seluruh merek Toyota pada periode yang sama, yaitu 8.800 unit.
Direktur Senior TMMIN, Edward Otto Kanter mengatakan pihaknya berharap bahwa angka tersebut dapat terus dipertahankan. Sehingga, target pertumbuhan sebesar 10 persen dapat dicapai di 2017. "Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan, agar produk kami dapat diterima disemakin banyak negara tujuan," kata Edward di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk Vios, volumenya mencapai 2.500 unit, lalu Innova 1.100 unit. Bahkan, untuk produk terbarunya sudah mulai diminati oleh negara tetangga, sebanyak 600 unit untuk Sienta. Sedangkan terdapat 6.200 unit campuran dari beberapa mobil, diantaranya Yaris, Avanza, Rush, Town Ace dan Agya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain CBU, ia berujar, bahwa Toyota juga melayani ekspor kendaraan setengah jadi atau Completly Knocked Down (CKD), komponen kendaraan, alat bantu produksi proses pres (dies), alat bantu proses pengelasan (jigs) hingga mesin bensin serta ethanol tipe TR dan NR.
Berdasarkan data yang dikeluarkan selama Januari 2017, untuk CKD ekspor mencapai 3500 unit dan lebih dari delapan juta komponen. Mesin tipe TR bensi sebanyak 2400 unit dan ethanol 700 unit. Mengenai NR mesin bensin sebanyak 6700 unit, serta 350 unit di NR tipe ethanol.
"Untuk CBU, terpusat di 13 negara," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, President Director Indonesia Kendaraan Terminal (IKD), Armen Amir menjelaskan jika Toyota terus menunjukan respon positif dalam hal ekspornya, tidak hanya di Januari, melainkan juga Februari.
"Toyota memang selalu terbanyak dalam ekspor kendaraan," ucap Armen.
Dari data IKD sampai Februari 2017, Filipina mendominasi jumlah tujuan ekspor Toyota di tahun ini. Selama dua bulan kemarin, yakni Januari dan Februari total ekspor yang melalui IKD mencapai 16.442 unit kendaraan utuh.
Lalu, disusul Arab Saudi sebanyak 13.734 unit sampai Februari. Kemudian Mexico, dengan total 3.398 unit.
Lebih lanjut, Toyota juga memperoleh kuota terbanyak dalam perjalanan ekspor kendaraannya melalui IKD. Terdapat tujuh lineup produk Toyota, dengan kuota terbesar dari Fortuner 400 unit per-kapal, sesuai dengan negara tujuan. (pit/pit)